Penerapan Metode Case Based Reasoning (CBR) untuk Mengidentifikasi Penyakit Tanaman Sawit

Mikha Dayan Sinaga

Sari


Tanaman kelapa sawit memiliki banyak kegunaan. Hasil tanaman ini dapat digunakan pada industri pangan, tekstil (bahan pelumas), kosmetik, farmasi dan biodiesel. Selain itu, limbah dari pabrik kelapa sawit seperti sabut, cangkang, dan tandan kosong kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pupuk organik.  Tanaman kelapa sawit memiliki beberapa penyakit yang dapat menyerang dan mengakibatkan kurangnya produksi kelapa sawit. Proses identifikasi penyakit sering sekali memakan waktu yang cukup lama, hal ini dikarenakan banyaknya gejala-gejala kerusakan yang hampir mirip yang terdapat pada tanaman sawit yang terkadang berasal dari penyakit yang berbeda. Kesalahan identifikasi penyakit dapat berakibat pada bedanya solusi yang akan diambil. Untuk menangani masalah ini peneliti merasa perlu membuat suatu penelitian yang dapat mengidentifikasi penyakit pada tanaman sawit sehingga solusi yang diambil tidak keliru. Metode Case Based Reasoning dipilih oleh peneliti karena dianggap mampu untuk memberikan hasil diagnosa yang baik sehingga dapat diperoleh solusi yang tepat. Metode Case Based Reasoning merupakan suatu metode yang dapat menyelesaikan suatu masalah berdasarkan kasus-kasus terdahulu. Hasil dari penelitian ini ialah mengidentifikasi penyakit pada tanaman sawit dengan menggunakan metode Case Based reasoning

Kata Kunci


Case Based Reasoning; Kelapa Sawit; Penyakit Tanaman

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chairunnisa, Riyanto, and A. Karim, “Isolasi dan Uji Bakteri Lipolitik dalam Mendegradasi Minyak Pada Limbah Cair Kelapa Sawit di Kebun Marihat, Pematang Siantar,” J. Ilm. Biol. UMA, vol. 1, no. 2, pp. 44–52, 2019, doi: 10.31289/jibioma.v1i2.155.

M. A. Cendrawati, Suwandi, S. Herlinda, and Suparman, “Jurnal Biotek,” Biotek, vol. 7, no. 1, pp. 48–57, 2019.

Z. Zein, “Kajian Strategi Integrasi Nilai-Nilai Keberlanjutan Kedalam Proses Pembangunan Kelapa Sawit Rakyat Di Tapanuli Selatan,” vol. 14, no. 1, pp. 33–47, 2021.

G. Gupita, B. Harijanto, and Y. Ariyanto, “Pengembangan Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Pada Kucing Dengan Metode Case Based Reasoning Dan Certainty Factor Berbasis Android,” J. Inform. Polinema, vol. 3, no. 2, p. 8, 1970, doi: 10.33795/jip.v3i2.8.

A. Nur, J. Asahar, and D. I Wayan, “Implementasi Metode Case Based Reasoning ( CBR ) Dalam Menentukan Klasifikasi Anak Yang Mengalami Reterdasi Mental,” Rekursif, vol. 5, no. 1, pp. 33–42, 2017.

R. Rachman and S. Moritami, “Sistem Pakar Deteksi Penyakit Refraksi Mata Dengan Metode Teorema Bayes Berbasis Web,” J. Inform., vol. 7, no. 1, pp. 68–76, 2020.

D. R. Habibie, “Analisa Sistem Pakar Diagnosis Awal Penyakit Amebiasis Dengan Metode Case Based Reasoning,” Jursima, vol. 7, no. 2, p. 70, 2019, doi: 10.47024/js.v7i2.181.

L. G. Vedayoko, E. Sugiharti, and M. A. Muslim, “Expert System Diagnosis of Bowel Disease Using Case Based Reasoning with Nearest Neighbor Algorithm,” Sci. J. Informatics, vol. 4, no. 2, pp. 134–142, 2017, doi: 10.15294/sji.v4i2.11770.

N. H. Syaputra, “Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Lift Dengan Menggunakan Metode Case Based Reasoning ( CBR ),” Jurinal Ris. Komput., vol. 6, no. 4, pp. 421–428, 2019.

Minarni and I. Warman, “Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Case-Based Reasoning,” Semin. Nas. Apl. Teknol. Inf., no. 5 Agustus 2017 ISSN: 1907 – 5022, pp. 28–32, 2017.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK Tasikmalaya

Copyright © 2019 Jurnal VOI (Voice Of Informatics)

E-ISSN : 2579-3489

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.